Saturday, 1 August 2026

Contoh Jurnal Mengajar

Aplikasi Guru Integrasi Google Sheets (Multi-Sheet)

Aplikasi Guru: Rekap Nilai, Presensi & Jurnal

Tersimpan otomatis di Browser & Terpisah Rapi per Sheet Kelas di Google Sheets.

Logo Sekolah
No Nama Siswa Tugas (15%) PH / Penilaian Harian (55%) Suma
tif
(30%)
Keaktifan (+1) Poin Nilai Akhir Status
T1T2T3 PH1PH2PH3 PH4PH5PH6 PH7PH8 K1K2K3
No Nama Siswa Pertemuan (P1 - P15) Rekapitulasi % Hadir Catatan Absensi
P1P2P3 P4P5P6 P7P8P9 P10P11P12 P13P14P15 HDISA
No Tanggal Kelas / Jam Materi / Pokok Bahasan Hambatan / Catatan Kejadian Tindak Lanjut Aksi

Monday, 11 May 2026

Sumatif AH Kelas XI
Anda keluar dari mode fullscreen atau berpindah tab.

Kuis dihentikan.

Sumatif AH Kelas XI

Jangan membuka tab lain atau berpindah aplikasi selama ujian berlangsung. Sistem akan mendeteksi pelanggaran otomatis.
Waktu: 45:00

Identitas Siswa





I. Pilihan Ganda

1. Pada tahun 1917 di Singaraja berdiri perkumpulan bernama.....

2. Apa keputusan penting yang dihasilkan dalam Mahasabha ke-6 tahun 1991 terkait kedudukan pengurus Parisada?

3. Dalam ajaran Hindu, apa makna dari doktrin 'Moksartham jagadhita ya ca iti dharma'?

4. Apa yang dimaksud dengan agama sebagai motivator dan dinamisator dalam pembangunan bangsa?

5. Mengapa pemerintah Indonesia melarang usaha seseorang untuk mengagamakan orang yang sudah beragama lain?

6. Apa tujuan dari program 'Balisering' yang dicanangkan Pemerintah Belanda pada tahun 1939?

7. Mengapa agama disebut memiliki peran sebagai 'obat' bagi kehidupan manusia?

II. Isian Singkat

8. Apa singkatan dari Parisada Hindu Dharma Indonesia?

9. Apa nama istilah untuk fatwa besar yang dikeluarkan Parisada Hindu Dharma Indonesia?

10. Apa nama upacara yang ditetapkan sebagai hari libur nasional berdasarkan SK Pemerintah No. 3 Tahun 1983?

11. Apa nama program Belanda tahun 1939 untuk menutup pengaruh budaya luar di Bali?

12. Apa istilah empat tujuan hidup manusia dalam Hindu?

13. Apa nama buku pelajaran yang disetujui diterbitkan pada Pesamuhan Agung pertama tahun 1959?

III. Benar atau Salah

14. PHDI awalnya bernama Parisada Hindu Dharma Bali.

15. Surga dan neraka merupakan hadiah mutlak dari Tuhan.

16. Tujuan hidup manusia terdiri dari Dharma, Artha, Kama, dan Moksa.

17. Salah satu keputusan Pesamuhan Agung kelima adalah mengasramakan Sulinggih di Campuan, Ubud.

18. Mahasabha diselenggarakan sekali setiap 10 tahun.

19. Institut Hindu Dharma berkembang menjadi Universitas Hindu Indonesia.

20. Program Balisering bertujuan menyebarkan budaya asing di Bali.

Wednesday, 6 November 2019

Kutipan dari Kakawin Ramayana




Kutipan dari Kakawin Ramayana



Kutipan
Terjemahan
Hana sira Ratu dibya rēngőn, praçāsta ring rāt, musuhnira praṇata, jaya paṇdhita, ringaji kabèh, Sang Daçaratha, nāma tā moli
Ada seorang Raja besar, dengarkanlah. Terkenal di dunia, musuh baginda semua tunduk. Cukup mahir akan segala filsafat agama, Prabu Dasarata gelar Sri Baginda, tiada bandingannya
Sira ta Triwikrama pita, pinaka bapa, Bhaṭāra Wiṣḥnu mangjanma inakaning bhuwana kabèh, yatra dōnira nimittaning janma
Dia ayah Sang Triwikrama, maksudnya ayah Bhatara Wisnu yang sedang menjelma akan menyelamatkan dunia seluruhnya. Demikian tujuan Sang Hyang Wisnu menjelma menjadi manusia.
Hana rājya tulya kèndran, kakwèhan sang mahārddhika suçila, ringayodhyā subbhagêng rāt, yeka kadhatwannirang nṛpati
Ada sebuah istana bagaikan surga, dipenuhi oleh orang-orang bijak serta luhur perbuatan, di Ayodhya-lah yang cukup terkenal di dunia, itulah istana Sri Baginda Prabu Dasarata
Malawas sirār papangguh, masneha lawan mahādewī, suraseng sanggama rinasan, alinggana cumabanā dinya
Sudah lama Sri Baginda menikah, saling mencintai dengan para permaisurinya, kenikmatan rasa pertemuan itu telah dapat dirasakan, bercumbu rayu dan sejenisnya
Mahyun ta sira maputra, mānaka wetnyar waṛēg rikang wiçaya, malawas tan pānakatah, mahyun ta sirā gawe yajña
Timbullah niat Sri Baginda agar berputra, agar berputra karena sudah puas bercinta, tetapi lama nian dia tidak berputra, lalu dia berniat mengadakan ritual
Sakalī kāraṇa ginawe, āwāhana len pratiṣṭa ānnidhya, Parameçwara hinangēnangēn, umungu ring kuṇḍa bahni maya
Semua perlengkapan upacara sudah dikerjakan, alat upacara pengundang serta tempat para Dewa sudah tersedia, Bhatara Çiwa yang dipuja-Pūja, agar berstana pd api suci itu
Çeṣa mahārsī mamūjā, pūrnāhuti dibya pathya gandharasa, yata pinangan kinabehan, denira Dewi maharāja
Sisa sesaji yang dihaturkan oleh Sang Maha Pendeta, sesajen yang sempurna, santapan yang nikmat rasa serta baunya, itulah yang disantap oleh dia, permaisuri Sri Baginda Raja
Ndata tīta kāla lunghā, mānak tā Sang Daçarathā sih, Sang Rāma nak matuha, i sira mahādewī Kauçalya
Demikianlah tidak diceritakan lagi selang waktu itu, para permaisuri kesayangan Prabu Dasarata melahirkan putera, Sang Rama putera yang sulung, dari permaisuri Dewi Kosalya
Sang Kekayi makānak, Sang Bharatya kyāti çakti dibya guṇa, Dewi sirang Sumitrā, Laksmaṇa Çatrughna putranira
Adapun putera Dewi Kekayi, Sang Bharata yang terkenal sakti mandraguna, sedangkan Dewi Sumitra, berputra Sang Lakshmana dan Sang Satrugna
Sang Rāma sira winarahan, ringastra de Sang Wasiṣṭa tar malawas, kalawan nantēnira tiga, prajñeng widya kabeh wihikan
Sang Rama diberi pelajaran tentang panah memanah oleh Bagawan Wasista dalam waktu tidak lama, beserta ketiga adik-adiknya, semuanya pintar cekatan tentang ilmu memanah


Refrensi :

Milner Rabb, Kate, National Epics, 1896 - See eText Project Gutenburg

Raghunathan, N. (Trans), Srimad Valmiki Ramayanam, Vighneswara Publishing House, Madras (1981)

A different Song - Article from "The Hindu" August 12, 2005

Dr. Gauri Mahulikar Effect Of Ramayana On Various Cultures And Civilisations, Ramayan Institute

Goldman, Robert P., The Ramayana of Valmiki: An Epic of Ancient India Princeton University Press, 1999 ISBN 0-691-01485-X

S. S. N. Murthy, A note on the Ramayana, Jawaharlal Nehru University, New Delhi

Arya, Ravi Prakash (ed.). Ramayana of Valmiki: Sanskrit Text and English Translation. (English translation according to M. N. Dutt, introduction by Dr. Ramashraya Sharma, 4-volume set) Parimal Publications: Delhi, 1998 ISBN 81-7110-156-9



Sunday, 6 October 2019

Pengertian dan Bagian Yadnya menurut beberapa Lontar



A. Pengertian Yajńa
Pemeliharaan kehidupan di dunia ini dapat berlangsung erus menerus sepanjang Yajńa terus menerus dapat dilakukan oleh manusia. Dengan Yajńa pulalah manusia mengembang dan memelihara kehidupannya. Menurut etimologi kata Yajńa berasal dari kata Yaj berarti memuja dan memberi pengorbanan atau menjadikan suci. Dalam Ŗgveda VII, 40.4. artinya pengorbanan atau persembahan.
Latar belakang manusia unutk melakukan Yajńa adalah Ŗņa (hutang). Dari Tri Ŗņa kemudian menimbulkan Pańca Yajńa yaitu dari Dewa Ŗņa menimbulkan Dewa Yajńa dan Rsi Yajńa, dari Rsi Rna menimbulkan Rsi Yajńa, dan dari Pitra Ŗņa menimbulkan  Pitra Yajńa dan Manusa Yajńa.

B. Pembagian Yajńa
Pelaksanaan yajna ada tiga kewajiban utama yang harus dilunasi manusia atas keberdaannya di dunia ini yang disebut Tri Ŗņa ( tiga hutang hidup). Tri Ŗņa ini dibayar dengan pelaksanaan Panca Yajna. Rumusan-rumusan yang benar tentang pedoman dalam pelaksanaan Panca Yajna yang benar menurut kitab suci Veda dan sastra-sastra agama yang ada.
Diantaranya:
1.        Kitab Manawa Dharma Sastra
a.    Brahma yajna  : persembahan yang dilaksanakan dengan belajar dan mengajar dengan penuh keiklasan.
b.    Pitra yajna    : persembahan yang dilakukan dengan menghaturkan tarpana dan air pada leluhur.
c.    Dewa yajna : persembahan yang dilakukan dengan menghaturkan minyak dan susu kehadapan para dewa.
d.    Bhuta yajna     : persembahan yang dilaksanakan dengan upacara bali kepada para bhuta.
e.    Nara yajna       : penerimaan tamu dengan Ramah Tamah.

2.        Kitab Bhagavadgita
“Setelah bersumpah dengan tegas, beberapa diantaranya Mereka dibebaskan dari kebodohan dengan cara mengorbankan harta bendanya, sedangkan orang lain dengan melalukan pertapaannya yang keras, dengan berlatih yoga kebathinan terdiri dari 8 bagian, atau dengan mempelajari  Veda untuk maju  dakam pengetahuan rohani”
Dalam sloka ini rumusan Panca Yajna, yaitu :
a.    Dravya yajna   : persembahan yang dilakuan  dengan berdana punia harta benda.
b.    Tapa yajna       : persembahan berupa pantangan untuk mengendalikan Indriya.
c.     Yoga yajna      : persembahan dengan melakukan Astanga Yoga untuk mencapai hubungan dengan tuhan.
d.    Swadhyaya  yajna : persembahan berupa pengendalian diri dengan belajar langsung kepada tuhan.
e.    Jnana yajna      : melaksanakan persembahan berupa ilmu pengetahuan.

3.        Kitab Gautama Dharma Sastra
Ada 3 pembagian yajna, yaitu :
a.     Dewa yajna     : persembahan kepada Hyang Agni dan Dewa Amodaya.
b.    Bhuta yajna     : persembahan kepada Lokapala ( dewa pelindung ) dan kepada dewa penjaga pekarangan, pintu rumah sampai pintu tengan rumah.
c.     Brahma yajna  : persembahan dengan cara pembacaan ayat suci veda.

4.        Kitab Sataphata Brahmana
Ada 5 pembagian yajna, yaitu :
a.     Bhuta yajna     : dipersembahkan sehari-hari yang ditunjukkan pada para bhuta.
b.    Manusa yajna  : persembahan berupa makanan yang ditunjukan kepada sesama manusia atau orang lain.
c.     Pitra yajna       : persembahan yang diberikan kepada leluhur yang disebut Swada.
d.    Dewa yajna     : persembahan kepada para dewa yang disebut Swaha.
e.     Brahma yajna  : persembahan yang dilaksanakan dengan mempelajari pengucapan ayat suci veda.

5.        Lontar Korawasrama
Dalam Lontar Korawas Rama ada 5 pembagian yajna, yaitu :
a.     Dewa yajna      : persembahan dengan sesajen dan mengucapkan Sruti dan Stawa pada saat bulan purnama.
b.    Rsi yajna          : persembahan punia, buah-buahan, makanan, dan barang-barang yang tidak mudah rusak kepada para Maha Rsi.
c.     Manusia yajna : memberikan makanan pada masyarakat.
d.    Pitra yajna       : mempersembahkan puja bali atau banten kepada paa leluhur.
e.     Bhuta yajna     : mempersembahkan puja dan caru kepada para bhuta.

6.        Lontar Singhalanghlaya
Adapun 5 rumusan panca yajna, yaitu :
a.     Bojana Patra Yajna     : persembahan dengan menghidangkan makanan.
b.    Kanaka Ratna Yajna   : persembahan berupa mas atau permata.
c.     Kanya Yajna               : mempersembahkan seorang gadis suci.
d.    Brata Tanpa Samadhi : dengan melaksanakan tapa, brata, yoga, dan Samadhi.
e.     Samya Jnana              : persembahan dengan keseimbangan dan keserasian.

7.        Lontar Agastya Parwa
Adapun 5 rumusan  pembagian yajna, yaitu :
a.     Dewa yajna     : persembahan dengan minyak, biji-bijian, kepada dewa Siwa dan dewa Agni di tempat pemujaan dewa.
b.    Rsi yajna         : persembahan dengan menghormati pendeta dan dengan membaca kitab suci.
c.     Pitra yajna       : upacara kematian agar roh yang meninggal mencapai alam siwa.
d.    Bhuta yajna     : pesembahan dengan mensejahterakan tumbuh-tumbuhan dan menyelenggarakan upacara tawur serta Pancawali Krama.
e.     Manusia yajna : persembahan dengan memberi makanan kepada masyarakat.